Kegiatan bahuma (bercocok tanam padi) adalah salah
satu budaya orang dayak dalam menghasilkan butir-butir padi guna
memenuhi kebutuhan hidup yang meliputi beberapa rangkaian kegiatan.
Kebiasaan ini dilakukan sejak zaman dahulu kala (dari zaman nenek moyang) sampai sekarang, dan tidak terlepas dari atur adat dari jubata (Tuhan).
Berikut dapat dilihat paparan mengenai rangkayan kegiatan bahma orang dayak kanayatn :
Kebiasaan ini dilakukan sejak zaman dahulu kala (dari zaman nenek moyang) sampai sekarang, dan tidak terlepas dari atur adat dari jubata (Tuhan).
Berikut dapat dilihat paparan mengenai rangkayan kegiatan bahma orang dayak kanayatn :
1. Ba lala'
Ba lala' adalah kegiatan pertama yang dilakukan sebelum memulai patahunan/bahuma (bercocok tanam), yang tak lain tak bukan adalah salah satu wujud niat talino (manusia) agar dalam patahunan mendapat padi yang berlimpah ruah dan terhindar dari hama tanamahn. Ba lala' jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah berpantang, dimana ini dilakukan dengan suatu aturan yang terkait dengan adat diaman semua orang yang berada disuatu daerah yang ingin memulai patahunan/bahuma dilarang keluar rumah atau berkunjung ke rumah-rumah lain. dalam ba lala' selalu dilakukan yang namanya nutup saka (menutup jalan) dimana orang-oarng lain diluar daerah yang menjalankan adat ba lala' dilarang melewati daerah tersebut, namun disesuaikan dengan jenis adat ba lala' nya ada ba lala' karas (berniat terlepas dari suatu mara bahaya seperti wabah penyakit) ada ba lala patahunan yang sedang dibahas sekarang).
2. Muka' basi
Adat muka' basi adalah serangkaian kegiatan ba sampakng dimana sebelum menggunakan peralatan-peralatan tajam seperti parang dan sejenisnya dilakukan permohonan kepada Jubata yang bertujuan agar barang-barang tajam tersebut tidk melukai pada saat digunakan dalam kegiatan bahuma.
3. Nangar rasi
Nangar rasi adalah kegiatan membaca keadaan alam sebelum mulai turun bahuma. Biasanya yang dijadikan acuan atau penuntun alam tersebut adalah suara/bunyi burung keto (burung kecil seperti burung pipit yang menurut kepercayaan orang dayak jika berbunyi mempunyai banyak arti).
4. Nabakng
Nabakng adalah kegitatan membuka lahan yang biasanya masih berupa hutan. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan keselarasan alam dan dilanjutkan dengan nunu (membakar material-metrial yang terdapat di permukaan lahan yang sudah kering selesai nabakng), setelah lahan di bakar lalu dibersihkan dari sisa-sisa pembakaran yang tertinggal seperti raba' (ranting-ranting kayu) dan kayu-kayu yang tertinggal ini disebut ngaraba'.
5. Nugal
Nugal adalah membuat lubang untuk memasukan bibit padi dalam tanah, dengann menggunakan alat seperti tongkat yang diberi nama Tugal, ini dilakukan setelah ngaraba’(kegiatan membersihkan material-material sisa pembakaran), dlm kegiatan ini benih padi langsung dimasukan dalam lubang tugal.
6. Ngamalo Lubakng Tugal
Adalah kegiatan setelah nugal dimana dalam kegiatan ini dilakukan semacam doa untuk mengusir hama tanaman dalam doa ini dibuat tempat menyimpan bahan-bahan yang disediakan untuk melakukan doa tersebut, tempat penyimpanan tersebut disebut kalangkakng. Biasanya yang wajib ada dalam ngamalo lubakng tugal tersebut adalah talo’ (telur).
7. baroah
adalah gawai awal untuk mewujudkan niat agar dalam melakukan pahumaan mendapatkan hasil yang memuaskan dan melimpah ruah.
8. matahatn
setelah padi mulai berbah dan mulai menguning dilakukanlah matahatn adalah kegiatan setelah padi mulai di panen, matahatn bisa dikatakan panen awal. Biasanya diselenggarakan acara semacam gawai awal memanen padi disebut makatn nasi’ barahu (mengkonsumsi nasi baru) dimana padi yang telah dipanen awal disebut sumpalah tahutn.
9. Naik Dango
Setelah padi dipanen secara keseluruhan dan telah masuk ke dango dilakukanlah acara naik, ini merupakan acara puncak dari keseluruhan acara panen padi. Dalam acara naik dango ini diselengrarakan adat yang merupakan wujud syukur atas hasil panen yang diperoleh selama melakukan bercocok tanam. Secara keseluhruhan acara naik dango dilakukan oleh setiap orang dayak kanayatn disetiap daerah yang melakukan bercocok tanam.


